Pengiriman Membran Filmtec ke Jakarta

Click Me!

Pengiriman Membran Filmtec TW 30 - 2540 ke Tangerang

Click Me!

FUNGSI DAN KEGUNAAN RESIN KATION ANION

 

Fungsi Resin Kation adalah untuk menghilangkan kandungan kapur (CaCO3), Magnesium (Mg), Calsium (Ca) pada air minum atau air tanah, atau air PDAM, atau air gunung. Resin kation biasa digunakan untuk softener (pelembut) terhadap air yang tingkat kesadahannya tinggi (total hardness tinggi). Air dengan kesadahan tinggi banyak mengandung kapur (CaCO3) dan unsur Calsium (Ca), Magnesium (Mg) dalam jumlah yang banyak. Air dengan kesadahan tinggi akan menyebabkan fungsi air untuk proses pencucian atau pembersihan menjadi terganggu. Sebagai contoh jika digunakan untuk mencuci baju dengan detergen atau rinso maka sabun atau deterjen tidak dapat menghasilkan busa yang banyak dengan kata lain busanya sedikit. Demikian juga jika digunakan untuk mandi menggunakan sabun mandi maka busanya pun sedikit dan terasa licin.

Hal yang sama terjadi bila digunakan untuk mencuci rambut menggunakan shampo pembersih rambut. Oleh karena itu air dengan kesadahan tinggi seperti ini perlu diperbaiki dahulu (softener/pelembut) dengan menggunakan resin kation. Air dengan kesadahan tinggi ini juga tidak dapat disaring dengan menggunakan Membran RO, oleh karenanya perlu menggunakan softener resin kation sebelum diproses melalui Mesin RO (Reverse Osmosis). Hal ini dilakukan dengan tujuan supaya kerja membran RO (reverse Osmosis) tidak cepat mampet.

Bersama-sama dengan Resin Anion maka resin kation digunakan untuk keperluan demin (demineralisasi) yaitu untuk menghasilkan air dengan tingkat mineral sangat minim. Dalam bidang pengolahan air minum dengan menggunakan Mesin RO, biasanya proses demin dilakukan sebelum air masuk ke Mesin RO (Reverse Osmosis) sehingga kerja Membran RO tidak terlalu berat. Proses ini dilakukan dengan tujuan menghasilkan air murni dengan tingkat TDS mendekati 0, dimana air murni ini sering dibutuhkan untuk keperluan bidang kesehatan seperti air oxy dan lain-lain. Air murni ini juga biasa digunakan didalam mesin industri ketel uap, boiler, pabrik serat sintetis pada kain seperti nilon, rayon, pabrik elektronika tv, komputer dan farmasi. Terakhir pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan batubara pun memerlukan air demin untuk keperluan air umpannya (feed water).

Demineralisasi
Demineralisasi merupakan sebuah proses penghilangan mineral, setidaknya menurunkan kandungan unsur Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dalam air. Salah satu hal yang banyak orang tidak menyadari adalah bahwa air secara alami memiliki banyak mineral di dalamnya. Ini termasuk air hujan, air asin, dan air tawar. Banyak dari mineral dalam air yang berbahaya bagi manusia dan hewan. Untuk menghindari penyakit dari mengkonsumsi mineral berbahaya, banyak orang menggunakan proses demineralizer untuk memurnikannya. Fungsi demineralizer itu sendiri adalah kemampuan untuk membuat air murni yang dirancang tidak hanya untuk air yang akan dikonsumsi oleh manusia, tetapi juga untuk air yang akan digunakan dalam mesin-mesin industri.


Kadar mineral dalam air yang berlebih bergerak melalui pipa, semakin lama semakin banyak mineral yang menempel pada pipa, dan mengakibatkan korosi. Demineralizer membantu menghindari masalah seperti ini pada pipa. Jadi dengan kata lain demineralisasi merupakan proses untuk menghilangkan mineral tertentu dari air, seperti kalsium dan magnesium. Mereka melakukan fungsi ini dengan mengganti atom kalsium dan magnesium dengan ion natrium dengan bantuan katalis. Proses menghilangkan mineral ini tidak selalu menggunakan sistem demineralisasi, meskipun kadang-kadang disebut seperti itu. Terdapat juga proses lainnya yang melibatkan penggunaan ion untuk menghilangkan mineral dari air dapat menghasilkan air hampir murni tanpa mineral terlarut. Pabrik pengolahan air sering menggunakan proses ini untuk menghilangkan mineral berbahaya dari air.

BERBAGAI JENIS MEMBRAN REVERSE OSMOSIS (RO)

 

Teknologi pengolahan air dewasa ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal tersebut disebabkan kebutuhan air untuk sehari-hari sangat diperlukan dan juga air merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi. Anggota tubuh manusia sendiri didominasi oleh air, sebab air pelarut universal yang bisa melarutkan berbagai jenis bahan-bahan organik maupun anorganik. Cara yang sering digunakan dan efektif dalam sistem pengolahan air adalah menggunkan sistem reverse osmosis. Membran Reverse Osmosis (RO) adalah membran yang terbuat dari selaput semipermeable yang dapat diisi ulang yang berfungsi untuk menyaring atau memfilter air dari kandungan logam, virus, atau bakteri sehingga menghasilkan air murni bebas dari pencemaran.

Membran ini dapat menurunkan TDS (Total Dissolved Solids) karena mempunyai ukuran pemfilteran yang sangat halus yaitu mencapai 1/10.000 mikron atau setara dengan sehelai rambut dibagi satu juta. Dengan ukuran sekecil ini maka virus, bakteri dan kandungan logam akan tersaring dimana ukuran Membran RO jauh lebih kecil dari ukuran virus, bakteri dan kandungan logam. Membran RO ini harus dimasukkan ke dalam housing RO sesuai ukuranya masing-masing. Biasanya setelah pemakaian 1 tahun, membran RO ini harus diganti atau bisa lebih lama/cepat tergantung tingkat pemakaian dan kondisi air baku yang akan disaring. Adapun beberapa jenis Membran Reverse Osmosis antara lain:
§  Sea Water Membrane (SWM): membran yang digunakan untuk air laut
§  Breakis Water Membrane (BWM): membran untuk air sungai.
§  Thin Film Membrane (TFM)/Thin Film Composite (TFC): yang terbuat dari polymide dan polysofon.

§  Celulose Tri Acetate (CTA): terbuat dari serat tanaman bakau sehingga tidak tahan terhadap bakteri/mikroorganisme, banyak digunakan oleh pesaing Advance® water filter reverse osmosis. Membran ini memiliki daya reject 80 – 85%.

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL

Teknologi pengolah air asin menjadi air tawar ada bermacam-macam jenisnya. Saat ini untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan Membran Reverse Osmosis (Membran Osmosis Terbalik). Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan kondisi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Di antara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan Reverse Osmosis. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari). Sedangkan teknologi Membran Reverse Osmosis banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil.

Keuntungan teknologi Membran Reverse Osmosis adalah kecepatannya dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahan pada unit pengolah air Membran Reverse Osmosis selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistem Membran Reverse Osmosis yang dipakai dapat berupa membran dan mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98%. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum. Air asin atau air payau adalah larutan yang mengandung beberapa jenis zat terlarut seperti garam yang jumlahnya rata-rata 3 sampai 4,5%.

Desalinasi berarti pemisahan air tawar dari air asin. Metoda yang digunakan pada proses ini disebut desalinasi air asin. Dalam pemisahan air tawar dari air asin, ada beberapa teknologi proses desalinasi yang telah banyak dikenal antara lain, proses distilasi atau penguapan, teknologi proses dengan menggunakan membran, proses pertukaran ion, dan lain-lain. Proses desalinasi dengan cara distilasi adalah pemisahan air tawar dengan cara merubah fase air, sedangkan pada proses dengan membran yakni pemisahan air tawar dari air laut dengan cara memberikan tekanan dan menggunakan membran reverse osmosis atau dengan cara elektrodialisa. Pada proses desalinasi, air laut dipanaskan untuk menguapkan air laut dan kemudian uap air yang dihasilkan dikondensasi untuk memperoleh air tawar. Proses ini menghasilkan air tawar yang sangat tinggi tingkat kemurniannya dibandingkan dengan proses lain. Air laut mendidih pada 100oC pada tekanan atmosfir, namun dapat mendidih di bawah 100oC apabila tekanan diturunkan.


Apabila uap air dikondensasi maka panas akan dilepaskan yang dapat dimanfaatkan untuk pemanasan awal air laut. Korosi (karat) sudah tentu akan merusak peralatan dan pipa, yang dapat mengakibatkan sistem pengolahan tidak dapat beroperasi, yang kemudian akan meghabiskan biaya dan waktu yang tidak sedikit pada saat perbaikan. Produksi air akan terhenti. Oleh karena itu, pemilihan bahan merupakan hal yang sangat penting. Proses desalinasi telah bertahun-tahun dan telah dihasilkan beberapa perbaikan. Masalah yang biasa timbul pada semua jenis sistem distilasisi adalah kerak dan karat pada peralatan. Apabila terjadi kerak pada tube penukar panas evaporator maka efisiensi panas dan produksi air tawar akan berkurang. Pengolahan desalinasi harus dihentikan untuk pembersihan tube (tabung) dengan asam. Penerapan pengolahan yang efektif sangat diperlukan.

APLIKASI REVERSE OSMOSIS (OSMOSIS TERBALIK) DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


Proses kerja Reverse Osmosis (osmosis terbalik) terjadi apabila suatu larutan dipisahkan oleh suatu selaput yang permeabel oleh air. Tekanan osmosis merupakan tekanan yang mendorong air untuk berdifusi. Osmosis juga merupakan proses fisika difusi (dengan osmosis sebagai bagian khususnya) memainkan peranan yang sangat penting pada fisiologi tumbuhan, sehingga pengertian yang jelas mengenai proses ini perlu sekali dimiliki, tetapi agar mudah dimengerti. Osmosis adalah proses perpindahan larutan yang memiliki konsentrasi rendah melalui membran semipermeabel menuju larutan yang memiliki konsentrasi lebih tinggi hingga tercapai keseimbangan konsentrasi. Pada proses osmosis, molekul-molekul pelarut bermigrasi dari larutan encer ke larutan yang lebih pekat hingga dicapai keadaan proses osmosis.

Tekanan yang diterapkan untuk menghentikan proses osmosis dari larutan encer atau pelarut murni ke dalam larutan yang lebih pekat dinamakan tekanan osmotik larutan, dilambangkan dengan π. Proses osmosis sangat berperan dalam proses penyerapan air dalam tumbuhan. Sedangkan penyerapan mineral yang terlarut dalam tanah dilakukan secara difusi, yang nanti akan diedarkan ke seluruh bagian tumbuhan. Terjadinya pengangkutan itu akan menyebabkan tekanan turgor sel, sehingga mampu membesar dan mempunyai bentuk tertentu. Osmosis juga memungkinkan terjadinya membuka dan menutup stomata.

Mengontrol Bentuk Sel
Jika dua buah larutan yang dipisahkan oleh membran semipermeabel memiliki tekanan osmotik sama, kedua larutan tersebut isotonik satu dengan yang lainnya. Jika salah satu larutan memiliki tekanan osmotik lebih besar dari larutan yang lain, larutan tersebut dinamakan hipertonik. Jika larutan memiliki tekanan osmotik lebih kecil daripada larutan yang lain, larutan tersebut dinamakan hipotonik. Tekanan osmosik memainkan peranan penting dalam sistem hidup. Misalnya, dinding sel darah merah berfungsi sebagai membran semipermeabel terhadap pelarut sel darah merah. Penempatan sel darah merah dalam larutan yang hipertonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan sel keluar sehingga mengakibatkan sel mengerut.

Proses pengerutan sel seperti ini disebut krenasi. Penempatan sel darah dalam larutan yang hipotonik relatif terhadap cairan dalam sel menyebabkan cairan masuk ke dalam sel sehingga sel darah merah akan pecah. Proses ini dinamakan hemolisis. Seseorang yang membutuhkan pengganti cairan tubuh, baik melalui infus maupun meminum cairan pengganti ion tubuh harus memperhatikan konsentrasi cairan infus atau minuman. Konsentrasi cairan infus atau minuman harus isotonik dengan cairan dalam tubuh untuk mencegah terjadi krenasi atau hemolisis.

Mesin Cuci Darah
Pasien penderita gagal ginjal harus menjalani terapi cuci darah. Terapi menggunakan metode dialisis, yaitu proses perpindahan molekul kecil-kecil seperti urea melalui membran semipermeabel dan masuk pada cairan lain, kemudian dibuang. Membran tak dapat ditembus oleh molekul besar seperti protein sehingga akan tetap berada di dalam darah.

Pengawetan Makanan
Sebelum teknik pendinginan untuk mengawetkan makanan ditemukan, garam dapur digunakan untuk mengawetkan makanan. Garam dapat membunuh mikroba penyebab makanan busuk yang berada pada permukaan makanan.

Membasmi Lintah
Garam dapur dapat membasmi hewan lunak, seperti lintah. Hal ini karena garam yang ditaburkan pada permukaan tubuh lintah mampu menyerap air yang ada dalam tubuh sehingga lintah akan kekurangan air dalam tubuhnya.

Penyerapan Air oleh Akar Tanaman
Tanaman membutuhkan air dari dalam tanah. Air tersebut diserap oleh tanaman melalui akar. Tanaman mengandung zat-zat terlarut sehingga konsentrasinya lebih tinggi dari air pada tanaman sehingga air dalam tanah dapat diserap oleh tanaman.

Desalinasi Air Laut Melalui Osmosis terbalik

Osmosis terbalik adalah perembesan dari larutan ke pelarut, atau dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer. Osmosis terbalik terjadi jika kepada larutan diberikan tekanan yang lebih besar dari tekanan osmotiknya. Osmosis terbalik digunakan untuk membuat air murni dari air laut. Dengan memberi tekanan pada permukaan air laut yang lebih besar daripada tekanan osmotiknya, air dipaksa untuk merembes dari air asin ke dalam air murni melalui selaput yang permeabel untuk air tetapi tidak untuk ion-ion dalam air laut. Tanpa tekanan yang cukup besar, air secara spontan akan merembes dari air murni ke dalam air asin. Penggunaan lain dari Osmosis terbalik yaitu untuk memisahkan zat-zat beracun dalam air limbah sebelum dilepas ke lingkungan bebas.

Jual Membran RO Bandung | REKAYASA TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN RO


Jual Membran RO Bandung | REKAYASA TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MENGGUNAKAN RO (REVERSE OSMOSIS) DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS AIR

Akhir-akhir ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kian hari kian berkembang pesat. Perkembangan tersebut berdampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup manusia, salah satunya adalah air untuk keperluan sehari-hari.

Air merupakan suatu zat cair yang memiliki nama kimia dihidrogen oksida (H2O). Selain itu, air sangat berperan dalam sistem metabolisme tubuh manusia yang berdampak pada pertumbungan dan perkembangan organ tubuh manusia. 

Teknologi pengolahan air menggunakan mesin filter Reverse Osmosis (RO) adalah untuk mengolah air bersih maupun air minum dengan teknologi pemurnian air terbaik. Mesin RO (Reverse Osmosis) menyaring air secara bertahap, hingga menghasilkan air murni. Air murni dipercaya memiliki cita rasa yang menyegarkan dan mengandung mineral tanpa ion.

Membran RO (Reverse Osmosismemungkinkan menyaring seluruh partikel kontaminan yang berukuran lebih besar dari 1/10.000 mikron. Tak ayal lagi berbagai kontaminan baik itu yang bersifat polutan maupun mineral asalkan lebih besar dari ukuran tersebut di atas, sehingga dihasilkan air murni yang kaya akan oksigen. Air hasil RO (Reverse Osmosissangat baik sekali diterapkan dalam metoda terapi untuk berbagai penyakit karena sebagian besar dari tubuh kita terdiri dari unsur air.

Air hasil RO (Reverse Osmosisdapat diukur menggunakan alat TDS (Total Dissolved Solid) meter dengan satuan ppm (part per millions) dan dapat pula dilakukan pengetesan elekrolisa air menggunakan electric precipitator. Dalam pengetesan elektrolisa air, siapkan beberapa gelas yang berisi air putih bening yang berasal dari beberapa sumber, misalkan air yang dimmasak dari daerah A, B, dan C, dimana salah satunya terdapat air dari RO (Reverse Osmosis)Dimana secara kasat mata kita tidak dapat mengetahui air manakah yang layak diminum, tidak tercemar, dan baik untuk kesehatan kita. 

Celupkan alat electric precipitator ke dalam gelas, dalam beberapa menit akan terlihat hasilnya, berupa air keruh seperti halnya air comberan dan juga terasa panas karena banyak terdapat kandungan logam berat di dalamnya. Bahan logam yang terlarutpun dapat dianalisis dengan melihat warna. Seperti dikatakan di atas bahwa RO (Reverse Osmosisakan menghasilkan air murni berkualitas baik yang banyak mengandung oksigen sehingga hasil dari elektrolisa pun menunjukkan air tetap dalam keadaan bening. 

Air yang baik untuk kesehatan kita adalah air yang bebas dari bahan pencemar, dengan kata lain adalah air murni, sehingga fungsi air tersebut benar-benar 100% memenuhi kebutuhan tubuh kita.

Bukan itu saja, kami juga menjual produk-produk terkait lainnya seperti Alat Laboratorium: Analytical Balance - BOD Meter - COD Meter - Conductivity Meter - TDS Meter - Chlorine Meter - DO Meter - Multiparameter - ORP Meter - Photometer - pH Meter - Turbidity Meter - TSS Meter; Gas Treatment: Activated Alumina - Ceramic Ball - Molecular Sieve - Packing - Silica Gel; Karbon Aktif: Calgon Amerika - Carbotech Jerman - Haycarb Srilanka - Jacobi Swedia - Kowa Jepang - Kuraray Jepang - Norit Belanda; Media Filter: Antrasit Tohkemy - Antrasit Lokal - Birm - Corosex - Ferrolite Tohkemy - Manganese Greensand Plus - Pasir Aktif - Pasir Kuarsa - Pasir Silika - Zeolit; Membran RO: CSM/Saehan - Filmtec - GE - Lewabrane - Toray; Resin Kation Anion: Amberlite - Dowex - Jacobi - Lewatit - Mitsubishi - Purolite - Resinex - Suqing - Thermax; Water Treatment: Ultra Violet Viqua Sterilight - Strainer (KSH Jerman) - Tangki Filter/Softener.