Pengiriman Membran Filmtec ke Jakarta

Click Me!

Pengiriman Membran Filmtec TW 30 - 2540 ke Tangerang

Click Me!

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL

APLIKASI TEKNOLOGI MEMBRAN REVERSE OSMOSIS UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR MINUM DI KAWASAN PESISIR ATAU PULAU TERPENCIL

Teknologi pengolah air asin menjadi air tawar ada bermacam-macam jenisnya. Saat ini untuk mengolah air asin dikenal dengan cara destilasi, pertukaran ion, elektrodialisis, dan Membran Reverse Osmosis (Membran Osmosis Terbalik). Masing-masing teknologi mempunyai keunggulan dan kelemahan. Pemanfaatan teknologi pengolahan air asin harus disesuaikan dengan kondisi air baku, biaya yang tersedia, kapasitas dan kualitas yang diinginkan oleh pemakai air. Di antara berbagai macam teknologi tersebut yang banyak dipakai adalah teknologi destilasi dan Reverse Osmosis. Teknologi destilasi umumnya banyak dipakai ditempat yang mempunyai energi terbuang (pembakaran gas minyak pada kilang minyak), sehingga dapat menghemat biaya operasi dan skala produksinya besar (>500 m3/hari). Sedangkan teknologi Membran Reverse Osmosis banyak dipakai dalam skala yang lebih kecil.

Keuntungan teknologi Membran Reverse Osmosis adalah kecepatannya dalam memproduksi air, karena menggunakan tenaga pompa. Kelemahannya adalah penyumbatan pada selaput membran oleh bakteri dan kerak kapur atau fosfat yang umum terdapat dalam air asin atau laut. Untuk mengatasi kelemahan pada unit pengolah air Membran Reverse Osmosis selalu dilengkapi dengan unit anti pengerakan dan anti penyumbatan oleh bakteri. Sistem Membran Reverse Osmosis yang dipakai dapat berupa membran dan mampu menurunkan kadar garam hingga 95-98%. Air hasil olahan sudah bebas dari bakteri dan dapat langsung diminum. Air asin atau air payau adalah larutan yang mengandung beberapa jenis zat terlarut seperti garam yang jumlahnya rata-rata 3 sampai 4,5%.

Desalinasi berarti pemisahan air tawar dari air asin. Metoda yang digunakan pada proses ini disebut desalinasi air asin. Dalam pemisahan air tawar dari air asin, ada beberapa teknologi proses desalinasi yang telah banyak dikenal antara lain, proses distilasi atau penguapan, teknologi proses dengan menggunakan membran, proses pertukaran ion, dan lain-lain. Proses desalinasi dengan cara distilasi adalah pemisahan air tawar dengan cara merubah fase air, sedangkan pada proses dengan membran yakni pemisahan air tawar dari air laut dengan cara memberikan tekanan dan menggunakan membran reverse osmosis atau dengan cara elektrodialisa. Pada proses desalinasi, air laut dipanaskan untuk menguapkan air laut dan kemudian uap air yang dihasilkan dikondensasi untuk memperoleh air tawar. Proses ini menghasilkan air tawar yang sangat tinggi tingkat kemurniannya dibandingkan dengan proses lain. Air laut mendidih pada 100oC pada tekanan atmosfir, namun dapat mendidih di bawah 100oC apabila tekanan diturunkan.


Apabila uap air dikondensasi maka panas akan dilepaskan yang dapat dimanfaatkan untuk pemanasan awal air laut. Korosi (karat) sudah tentu akan merusak peralatan dan pipa, yang dapat mengakibatkan sistem pengolahan tidak dapat beroperasi, yang kemudian akan meghabiskan biaya dan waktu yang tidak sedikit pada saat perbaikan. Produksi air akan terhenti. Oleh karena itu, pemilihan bahan merupakan hal yang sangat penting. Proses desalinasi telah bertahun-tahun dan telah dihasilkan beberapa perbaikan. Masalah yang biasa timbul pada semua jenis sistem distilasisi adalah kerak dan karat pada peralatan. Apabila terjadi kerak pada tube penukar panas evaporator maka efisiensi panas dan produksi air tawar akan berkurang. Pengolahan desalinasi harus dihentikan untuk pembersihan tube (tabung) dengan asam. Penerapan pengolahan yang efektif sangat diperlukan.