Filter Air dan Mesin RO

Yang dimaksud dengan filter air adalah alat atau material yang bertujuan untuk melakukan filter kontaminan pada air. Kontaminan sendiri didefinisikan sesuai standar yang digunakan. Misalnya filter air untuk langsung diminum, maka standar nya berbeda untuk kebutuhan kolam renang.

Kategori filter air didasarkan dengan ukuran kontaminan yang hendak difilter / dimurnikan dari air, yaitu dengan rentang berikut:
Filtrasi Partikel
Kategori ini adalah untuk ukuran kontaminan dari yang terlihat oleh mata telanjang, seperti pasir, lumpur, partikel setebal rambut, dan jamur.
Mikrofiltrasi
Kategori ini adalah untuk ukuran kontaminan dengan skala mikrometer, seperti bakteri, pigmen, atau emulsi
Ultrafiltrasi
Kategori ini adalah untuk ukuran kontaminan dengan skala sub mikrometer, yaitu ukuran molekul pengotor dan virus
Nanofiltrasi
Kategori ini adalah untuk kontaminan ukuran ion
Reverse Osmosis
Proses filtrasi terbaik karena hampir 99% kontaminan yang terdapat pada air bisa dieliminasi, dari partikel tampak sampai ukuran ion, dan kami menjual unit membran ro dari kapasitas rumahan sampai industri.

Mesin RO adalah mesin yang digunakan untuk sistem filtrasi reverse osmosis. Mesin ini memiliki tahapan filtrasi sebagai berikut:
  1. Cold Water Line Valve: Katup untuk penghubung ke air dingin tempat sumber air dalam sistem Reverse Osmosis.
  2. Pre-Filter: Air dari jalur sumber air masuk ke pre-filter terlebih dahulu. Dalam sistem Reverse Osmosis, bisa jadi lebih dari 1 pre-filter yang digunakan untuk melindungi membran RO. Pre-filter ini akan menyaring partikel-partikel besar yang dapat membuat menyumbat sistem, seperti tanah, butir pasir, dan sedimen. Pada pre-filter ini juga diaplikasikan filter karbon untuk menghilangkan klorin yang dapat merusak membran RO.
  3. Membran Reverse Osmosis: Membran ini adalah jantungnya sistem reverse osmosis. Membran RO semipermeable didesain untuk menghilangkan berbagai kontaminan yang merusak kesehatan maupun penampilan air. Setelah menembus membran, air didorong ke tanki penyimpanan air.
  4. Tanki penyimpanan: Tanki penyimpanan standar dapat menampung 2-4 galon air. Pada tanki terdapat bladder menuju komponen selanjutnya untuk menjaga air senantiasa ditekan ke dalam tanki saat sudah penuh.
  5. Post-Filter: Setelah air meninggalkan tanki penyimpanan RO, air menuju komponen post-filter, biasanya berupa filter karbon, yang gunanya untuk menghilangkan sisa air atau bau.
  6. Automatic Shut Off Valve (SOV): Untuk menjaga air, sistem RO memiliki katup yang menutup secara otomatis. Saat tanki penyimpanan telah penuh, katup menutup untuk menghentikan air masuk ke membran dan menghalangi arus menuju pembuangan. Saat air ditarik dari keran RO, tekanan dalam tanki menurun, dan katup ini membuka kembali.
  7. Check Valve: Katup ini terletak pada ujung rumah membran RO. Katup ini menjaga agar tidak terjadi arus balik dari air penyimpanan RO menuju membran kembali, yang dapat menyobek membran RO.
  8. Pengatur Arus: Air yang mengalir menuju membran RO diatur menggunakan pengatur arus.
  9. Keran RO: Sebuah unit RO memiliki keran sendiri, yang biasa diinstal pada keran wastafel. Beberapa daerah memiliki aturan perpipaan yang mengharuskan adanya keran dengan celah udara.
  10. Pipa pembuangan: Pipa ini adalah untuk membuang limbah yang memiliki ketidakmurnian dan kontaminan setelah difiltrasi oleh membran RO
Membran reverse osmosis sendiri yang dijual Ady Water terdiri dari berbagai merk, misalnya produk-produk berikut:



Skema Umum Sistem Reverse Osmosis
Reverse osmosis (osmosis terbalik) adalah proses ultrafiltrasi, yang tanpa membutuhkan energi banyak, mampu dengan sangat efektif menghilangkan kontaminan dan mineral yang tidak diinginkan dari sumber air di rumah Anda. Sistem reverse osmosis melibatkan semburan bertekanan tinggi, dan melewatkan air kepada membran berpori mikroskopis, menghasilkan air yang murni dari 99% kontaminan

0 comments :

Poskan Komentar